Iman dan keyakinan adalah pondasi yang didirikan di atasnya sebuah bangunan yang besar yang bernama Islam dengan berbagai amal dan aplikasinya. Ia haruslah kuat dan kokoh. Sebab jika bagunan didirikan di atas pondasi yang rapuh dan lapuk maka ia hanya sedang menunggu waktu kehancurannya. Begitulah gambaran keberagamaan seseorang. Jika keislamannya terletak di atas pondasi iman dan akidah yang tidak kuat lagi rusak, serta selalu di gerogoti oleh parasit dan benalu maka Islam dan semangat keislaman seseorang akan semakin pudar. Kalaupun kelihatan secara zahir masih tetap semangat namun ia tidak akan pernah memberikan hasil dan buah yang memuaskan.
Ada beberapa hal yang menjadi benalu dalam sejarah keyakinan. Yang pertama: jebakan animisme dan dinamisme. Kepercayaan bahwa roh dan kekuatan itu bukan hanya menempati makhluk hidup tetapi juga benda mati merupakan keyakinan yang sangat sakral dalam ajaran animisme dan dinamisme. Atau menganggap bahwa setiap benda itu memiliki kekuatan gaib dikarenakan oleh sifatnya yang dianggap luar biasa atau berbeda dengan yang lain, juga menjadi doktrin dalam ajaran dinamisme.
Keyakinan yang telah mengakar dan hidup pada masa 50-30 SM inilah yang sangat kuat mempengaruhi keimanan manusia hari ini. Begitu mudahnya kita menemukan orang memuja-muja sesuatu benda yang aneh karena dianggap memiliki kekuatan gaib. Kucing jantan berwarna tiga akan menjadi sangat berharga dalam perjalanan hidup, karir dan bisnis seseorang. Apalagi kalau bukan karena dianggap aneh dan luar biasa. Pohon pisang pun telah menjadi sorotan public melalui pemberitaan media karena tandan buahnya terlihat sepintas berbentuk ular naga. Setidaknya itulah yang terjadi di Indonesia beberapa bulan yang lalu, yag sekaligus menggambar tingkat keberagamaan komunitas muslim di sebagian kawasan negara kita.
Sedangkan benalu yang kedua adalah : ragu. Sifat ragu akan menjadi benalu perusak iman dan akidah. Dalam al quran dikatakan : “ sesungguhnya orang mukmin yang sebenarnya adalah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rosulnya lalu tidak sedikitpun mereka merasa ragu…( QS: 49: 15).
Yang dimaksud dengan ragu di sini di antaranya adalah meragukan kemampuan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah kita, atau meragukan ajaran dan syariat yang telah dibawa oleh Rosulullah SAW. Maka orang-orang yang selalu mendatangi tukang tenung, dukun dan paranormal, atau memohon bantuan jin dan makhluk gaib lainnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup seperti kesembuhan , jodoh, kelancaran bisnis dan lain sebagainya hanyalah merupakan gambaran nyata atas keraguan dia terhadap kemampuan dan kekuatan Allah SWT. Maka ia di anggap telah berbuat syirik kepada Allah SWT.
Begitu juga halnya dengan orang-orang yang menyerahkan nasibnya kepada bintang dengan berbagai ramalannya. Berarti ia telah melupakan takdir serta meragukan adanya campur tangan sang kholik dalm setiap peristiwa apapun yang terjadi.
Fenomena ini untuk Indonesia sudah sangat lumroh. Hanya lewat SMS seseorang dijanjikan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang nasib, karir dan jodoh dan lain sebagainya yang hamper keseluruhannya hanya menjadi pengetahuan bagi Allah SWT. Mungkin kita tidak mudah untuk sepakat, tapi saya ingin mengajak kita semua untuk lebih berhati-hati dengan hal ini, setidaknya kita bertanya untuk hal-hal yang memang tidak kita pahami, menuju pemahaman yang lebih benar dalam beraqidah, karena akidah yang benar akan meluruskan pola fakir, dan pola fakir lurus akan selalu membimbing seseorang untuk bersikap dan bertindak positif.
Solusi yang paling tepat untuk mengatasi semua ini adalah dengan memiliki kekuatan ilmu dan kekuatan do’a. dengan ilmu orang akan semakin mengerti akan hakekat tauhid yang harus selalu di genggam erat, serta mengenali substansi syirik yang harus selalu dijauhi. Dengan ilmu seseorang akan semakin menyadari kekeliruan yang telah ia lakukan, sehingga akan melahirkan semangat untuk melakukan aksi nyata menuju kemurnian akidah.
Sedangkan kekuatan do’a menggambarkan kontak batin yang selalu terjalin antara seorang hamba dengan Robnya. Dan itu adalah bukti kecerdasan yang dia miliki. Karena orang yang cerdas itu kata Ibnul qoyim adalah “orang yang selalu meminta penyelesaian masalah kepada Dia yang tidak pernah bermasalah”. Wallahu a’lam
*Penulis adalah dosen Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum UIN SUSKA Riau, sekarang sedang mengikuti program doktoral di Maolaya Isma’il University Meknes- Maroko
Sumber :
http://ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&catid=58%3Asayyidul-ayyaam&id=85%3Abenalu-keimanan&Itemid=88
Ada beberapa hal yang menjadi benalu dalam sejarah keyakinan. Yang pertama: jebakan animisme dan dinamisme. Kepercayaan bahwa roh dan kekuatan itu bukan hanya menempati makhluk hidup tetapi juga benda mati merupakan keyakinan yang sangat sakral dalam ajaran animisme dan dinamisme. Atau menganggap bahwa setiap benda itu memiliki kekuatan gaib dikarenakan oleh sifatnya yang dianggap luar biasa atau berbeda dengan yang lain, juga menjadi doktrin dalam ajaran dinamisme.
Keyakinan yang telah mengakar dan hidup pada masa 50-30 SM inilah yang sangat kuat mempengaruhi keimanan manusia hari ini. Begitu mudahnya kita menemukan orang memuja-muja sesuatu benda yang aneh karena dianggap memiliki kekuatan gaib. Kucing jantan berwarna tiga akan menjadi sangat berharga dalam perjalanan hidup, karir dan bisnis seseorang. Apalagi kalau bukan karena dianggap aneh dan luar biasa. Pohon pisang pun telah menjadi sorotan public melalui pemberitaan media karena tandan buahnya terlihat sepintas berbentuk ular naga. Setidaknya itulah yang terjadi di Indonesia beberapa bulan yang lalu, yag sekaligus menggambar tingkat keberagamaan komunitas muslim di sebagian kawasan negara kita.
Soal jimat sudah bukan asing lagi , bahkan bisa jadi telah menjadi satu keharusan dalam berbagai usaha. Dari kalangan yang notabene berpendidikan tinggipun bisa terjebak dengan hal-hal yang berbau syirik tersebut. Sebut saja umpamanya beberapa orang caleg -sebagaimana yang diinformasikan oleh banyak media- telah mendatangi para dukun dan paranormal untuk mendapatkan jimat keberuntungan dan kemenangan berupa keris sakti dan lain sebagainya.
Sedangkan benalu yang kedua adalah : ragu. Sifat ragu akan menjadi benalu perusak iman dan akidah. Dalam al quran dikatakan : “ sesungguhnya orang mukmin yang sebenarnya adalah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rosulnya lalu tidak sedikitpun mereka merasa ragu…( QS: 49: 15).
Yang dimaksud dengan ragu di sini di antaranya adalah meragukan kemampuan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah kita, atau meragukan ajaran dan syariat yang telah dibawa oleh Rosulullah SAW. Maka orang-orang yang selalu mendatangi tukang tenung, dukun dan paranormal, atau memohon bantuan jin dan makhluk gaib lainnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup seperti kesembuhan , jodoh, kelancaran bisnis dan lain sebagainya hanyalah merupakan gambaran nyata atas keraguan dia terhadap kemampuan dan kekuatan Allah SWT. Maka ia di anggap telah berbuat syirik kepada Allah SWT.
Begitu juga halnya dengan orang-orang yang menyerahkan nasibnya kepada bintang dengan berbagai ramalannya. Berarti ia telah melupakan takdir serta meragukan adanya campur tangan sang kholik dalm setiap peristiwa apapun yang terjadi.
Fenomena ini untuk Indonesia sudah sangat lumroh. Hanya lewat SMS seseorang dijanjikan untuk mendapatkan informasi lengkap tentang nasib, karir dan jodoh dan lain sebagainya yang hamper keseluruhannya hanya menjadi pengetahuan bagi Allah SWT. Mungkin kita tidak mudah untuk sepakat, tapi saya ingin mengajak kita semua untuk lebih berhati-hati dengan hal ini, setidaknya kita bertanya untuk hal-hal yang memang tidak kita pahami, menuju pemahaman yang lebih benar dalam beraqidah, karena akidah yang benar akan meluruskan pola fakir, dan pola fakir lurus akan selalu membimbing seseorang untuk bersikap dan bertindak positif.
Solusi yang paling tepat untuk mengatasi semua ini adalah dengan memiliki kekuatan ilmu dan kekuatan do’a. dengan ilmu orang akan semakin mengerti akan hakekat tauhid yang harus selalu di genggam erat, serta mengenali substansi syirik yang harus selalu dijauhi. Dengan ilmu seseorang akan semakin menyadari kekeliruan yang telah ia lakukan, sehingga akan melahirkan semangat untuk melakukan aksi nyata menuju kemurnian akidah.
Sedangkan kekuatan do’a menggambarkan kontak batin yang selalu terjalin antara seorang hamba dengan Robnya. Dan itu adalah bukti kecerdasan yang dia miliki. Karena orang yang cerdas itu kata Ibnul qoyim adalah “orang yang selalu meminta penyelesaian masalah kepada Dia yang tidak pernah bermasalah”. Wallahu a’lam
Sumber :
http://ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&catid=58%3Asayyidul-ayyaam&id=85%3Abenalu-keimanan&Itemid=88
0 Response to "BENALU KEIMANAN"
Posting Komentar
Assalamualaikum,,,,
Silahkan rekan-rekan berikan komentar, saran, maupun ide yang membangun
Terimakasih untuk sapaan rekan-rekan...